Jumat, 31 Juli 2026

PENGARUH INFILL DENSITY DAN WALL LOOPS TERHADAP AKURASI DIMENSI CETAK 3D BAHAN POLIMER

 Sobron Lubis

Optimisasi Jarak Titik Spot welding Terhadap Tensile Strength Sambungan Stainless Steel

 Sobron Yamin Lubis 

Abstract Spot welding is a metal joining technique that can produce high joint strength according to the desired design. Spot welding, using current through the weld point with two electrodes to melt the metal and combine it. In joining two plates, if you want to produce a better joint, more than one welding point can be done, but the distance between one and the other needs to be considered in order to produce a joint that has high tensile strength. Therefore, in the study, the distance of the point connection was varied with the aim of finding the optimal connection point to produce high tensile strength. The study was conducted using a spot-welding machine in the Mechanical Engineering Study Program laboratory, stainless steel plate material was connected with a current voltage of 1.75 V and 2.20 V, and variations in the distance of the welding point were 10, 20 and 30 mm. The welding specimens were tested for tensile strength using a tensile test in the engineering materials laboratory. The results of the study showed that the highest tensile strength value of 3835.08 MPa was obtained at a current voltage of 2.20 V and a welding point distance of 10 mm. The further the welding point, the greater the electrical resistance, which causes the distribution of heat and current to be uneven. As a result, not all parts required for the formation of the joint will be optimally affected by heat and pressure. 

Key words: tensile strength, spot welding, welding distance

The Effect of Cutting Speed on The Surface Roughness of AISI 1018 Steel in the Dry Turning Process

 

  • Yonathan Farrel MarcelinoUniversitas Tarumanagara
  • Muhammad Sobron Yamin LubisUniversitas Tarumanagara
  • Rosehan RosehanUniversitas Tarumanagara

Abstract

Cutting speed is one of the crucial parameters in the turning process that significantly affects the final quality of the workpiece surface. This study aims to evaluate the impact of cutting speed variations on the surface roughness level of AISI 1018 steel. The machining process was carried out using a chisel with a tip radius of 1.2mm, and the cutting speed was varied at three levels, namely 42m/min, 66m/min, and 105m/min. Surface roughness measurements were carried out using a Surface Roughness Tester. The experimental results showed that increasing cutting speed tended to decrease surface roughness. The lowest roughness value of 2.224 μm was obtained at a cutting speed of 105 m/min. This phenomenon occurs because at higher cutting speeds, cutting forces and vibrations are reduced, so that the machining process becomes more stable and produces better surface quality. This study shows that cutting parameters play an important role in optimizing the final results of conventional turning processes.

https://e-journals.irapublishing.com/index.php/IRAJTMA/article/view/209


IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA SYSTEM MANUFAKTUR TERPADU

 M. Sobron Yamin Lubis

Abstract


Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah sistem komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Proses yang terjadi dalam Artificial Intelligence mencakup learning, reasoning, dan self-correction. Proses ini mirip dengan manusia yang melakukan analisis sebelum memberikan keputusan. Artificial Intelligence adalah teknologi yang telah banyak diadopsi di era industri 4.0 ini. Artificial Intelligence mampu menghubungkan setiap perangkat, hingga seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi. Lebih dari itu, saat ini telah banyak mesin yang dapat menginterprestasi suatu kondisi atau kejadian tertentu dengan bantuan Artificial Intelligence. Proses yang terjadi dalam Artificial Intelligence mencakup learning, reasoning, dan self-correction. Implementasi AI pada pengerjaan manusia adalah memperoleh hasil kinerja optimal dengan waktu proses yang cepat dan hasil yang maksimal.

Keywords


Artificial Intelligence; Proses; Implementasi;Manufaktur

https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/semnastek/article/view/4134

Kebaikan yang Berputar

 

"Berbuat baiklah, karena kita tidak pernah tahu kapan kita menjadi penolong atau justru membutuhkan pertolongan."

 

Sekitar tiga puluh tahun yang lalu, ketika jalan tol belum membelah Pulau Sumatra, perjalanan dari Medan menuju Padang bukanlah perjalanan yang singkat. Jalanan yang berkelok, perbukitan yang menjulang, dan hutan yang lebat menjadi teman sepanjang perjalanan. Meski melelahkan, setiap kilometer menyuguhkan pemandangan yang begitu indah.

Saat itu kami sekeluarga berangkat berlibur ke Padang menggunakan mobil. Tidak pernah kami sangka, perjalanan itu akan mengajarkan sebuah pelajaran hidup yang terus saya kenang hingga hari ini.

Menjelang siang, ketika mobil kami melintasi jalan menuju Danau Singkarak, tampak seorang pemuda sedang mendorong sepeda motornya. Di sampingnya berjalan seorang ibu yang terlihat lemah dan pucat. Jalan begitu sepi. Tidak ada bengkel, tidak ada kendaraan lain yang dapat dimintai bantuan.

Ayah menghentikan mobil.

"Ke mana, Dik?" tanyanya.

Pemuda itu menjawab dengan napas tersengal.

"Saya ingin membawa ibu ke puskesmas, Pak. Tapi motor saya mogok."

Tanpa berpikir panjang, ayah berkata, "Kalau begitu, biar kami antar ibu ke puskesmas. Kamu urus dulu motormu."

Mata pemuda itu langsung berbinar. Dengan penuh rasa syukur ia membantu ibunya naik ke dalam mobil kami, sementara ia tetap mendorong sepeda motornya mencari bengkel.

Beberapa waktu kemudian kami tiba di puskesmas dan mengantar sang ibu hingga mendapatkan penanganan. Tidak lama berselang, pemuda itu datang dengan sepeda motornya yang telah selesai diperbaiki.

Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih.

"Pak, izinkan saya mengganti ongkos perjalanan ini."

Sambil menyodorkan beberapa lembar uang, ia memohon agar kami menerimanya.

Ayah hanya tersenyum.

"Simpanlah uang itu untuk membeli obat ibumu. Kami membantu bukan untuk dibayar."

Pemuda itu menundukkan kepala. Matanya berkaca-kaca. Barangkali hari itu ia menyadari bahwa masih ada orang yang bersedia menolong tanpa mengharapkan balasan.

Kami pun melanjutkan perjalanan dengan hati yang damai.


Beberapa hari kemudian, tibalah saatnya kami pulang menuju Medan.

Perjalanan melewati kawasan Toba berlangsung tenang hingga tiba-tiba terdengar suara benturan dari bawah mobil.

Dug... dug... dug...

Salah satu ban mobil kami kempes.

Kami berhenti di tepi jalan. Di kiri dan kanan hanya ada hutan. Tidak tampak rumah, bengkel, ataupun kendaraan yang melintas.

Saya segera mengambil dongkrak dan membuka ban yang bocor. Namun setelah ban berhasil dilepas, kami baru menyadari bahwa menambalnya bukan perkara mudah. Tarutung masih cukup jauh, sementara jalan tetap sunyi.

Menit demi menit berlalu.

Harapan mulai menipis.

Tiba-tiba dari kejauhan muncul sebuah Toyota Starlet hitam yang melaju cukup kencang. Mobil itu sempat melewati kami, lalu berhenti beberapa meter di depan. Seorang pria turun dan berjalan menghampiri.

"Ada masalah, Pak?"

Saya menjelaskan bahwa ban mobil kami bocor dan kami tidak tahu harus membawanya ke mana.

Beliau tersenyum.

"Naik saja. Saya antar ke tempat tambal ban di Tarutung."

Tanpa mengenal siapa kami, tanpa bertanya macam-macam, ia menawarkan bantuan dengan begitu tulus.

Saya membawa ban yang bocor ke mobilnya, lalu kami berangkat menuju Tarutung. Sesampainya di tempat tambal ban, ia bahkan ikut membantu menurunkan ban dari mobil.

Setelah semuanya selesai, saya mengucapkan terima kasih sambil menyodorkan sejumlah uang sebagai pengganti ongkos dan bensin.

Beliau menggeleng pelan.

"Tidak usah."

Saya tetap memaksa, tetapi ia hanya tersenyum.

"Kalau nanti Bapak bertemu orang lain yang membutuhkan bantuan, tolonglah mereka seperti hari ini."

Sebelum saya sempat menjawab, ia masuk ke mobilnya dan pergi begitu saja.

Saya memandangi Starlet hitam itu hingga menghilang di balik tikungan.

Saat itulah saya benar-benar memahami arti sebuah kebaikan.

Beberapa hari sebelumnya kami menjadi penolong bagi seseorang yang sedang kesusahan.

Kini, dalam keadaan yang berbeda, Tuhan menghadirkan seseorang yang menjadi penolong bagi kami.

Seolah-olah kehidupan sedang mengajarkan bahwa setiap kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Ia berputar, berpindah dari satu hati ke hati yang lain, dari satu tangan ke tangan berikutnya.

Mungkin kami tidak akan pernah bertemu lagi dengan pemuda di Danau Singkarak ataupun pria pemilik Starlet hitam di Tarutung.

Namun saya percaya, mereka adalah orang-orang yang dihadirkan Tuhan untuk mengingatkan bahwa dunia akan selalu menjadi tempat yang lebih baik selama masih ada manusia yang rela berhenti sejenak untuk menolong sesamanya.

Kini, puluhan tahun telah berlalu.

Jalan-jalan sudah berubah, kendaraan semakin modern, dan perjalanan Medan–Padang jauh lebih mudah dibandingkan dahulu.

Namun dua peristiwa itu tetap hidup dalam ingatan saya.

Karena saya belajar bahwa kebaikan bukanlah tentang seberapa besar bantuan yang kita berikan, melainkan tentang ketulusan saat melakukannya.

Dan saya percaya, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah berhenti pada satu orang. Ia akan terus berputar, menginspirasi, dan suatu hari kembali kepada kita dalam bentuk yang mungkin tidak pernah kita duga.

Jakarta, 29 Juli 2026

PENGARUH INFILL DENSITY DAN WALL LOOPS TERHADAP AKURASI DIMENSI CETAK 3D BAHAN POLIMER

  Sobron Lubis Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Abstract Teknologi 3D printing berkembang pesat dan menjadi solusi inovatif dalam b...