Jumat, 13 Juni 2014

EFFECT OF RAKE ANGLE IN THE TURNING PROCESS ON THE SURFACE ROUGHNEES OF WORKPIECE AISI 4340 STEEL


Sobron Lubis, Rosehan, Denny Handoko

Department of Mechanical Engineering,
Faculty of Engineering,
Universitas Tarumanagara, Jakarta - Indonesia
E-mail: Sobron_lbs@yahoo.com

Abstract

In the metal cutting process, the products are of good quality is to be achieved. Quality product is obtained when the shape and surface conditions are achieved in accordance with the designed. One of the factors that determine the achievement of the quality of the product is generated surface roughness. If roughness a surface increasingly subtle then it surface workpiece who generated increasingly well. Surface quality of the workpiece machining process results influenced by many things such as material hardness, product geometry, tool wear, coolant, and also the ability of the machine do the work. In the process of turning, the workpiece surface roughness occurs because of the friction between the the cutting tool and the workpiece. This study was conducted to analyze the influence of rake angle cutting tool on the surface roughness of the workpiece. This experiment using a CNC lathe and workpiece is AISI 4340. The machining process using ceramic cutting tools with various rake angle (-3o, -6o, 0o, 3o, 6o). The results obtained that the increase in rake angle give the effect on the value of the surface roughness of the workpiece . Improved machining time give the effect on the surface roughness of the workpiece.

Keywords: Rake angle, cutting tools, surface roughness

ANALISA PERHITUNGAN BIAYA PEMBUBUTAN BAJA AISI 4340 MENGGUNAKAN PAHAT KERAMIK


Sobron Yamin Lubis, Rosehan, Denny Handoko, Wahyudi Komala
Jurusan Teknik Mesin – Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

ABSTRAK
Perhitungan biaya pemesinan merupakan faktor paling penting dalam pembuatan produk. Biaya pemesinan untuk setiap peralatan mesin sering diperkirakan dari total biaya pabrik sesuai dengan metode konvensional yang digunakan untuk manajemen industri. Total pendapatan dan pengeluaran pabrik dapat diperoleh, namun status operasi peralatan mesin berbeda. Hal ini dapat dikatakan bahwa biaya pemesinan yang akurat untuk setiap bagian tidak dapat diperkirakan secara nyata. Oleh karena itu kajian perhitungan biaya pembubutan Baja AISI 4340 dengan menggunakan mata pahat keramik perlu dilakukan untuk mengetahui biaya permesinan yang diperlukan dalam suatu produksi pemotongan logam.Pada penelitian ini mata pahat keramik di variasikan terhadap rake angle,hal ini bertujuan untuk mengetahui besaran gaya dan daya potong serta dihubungkan dengan umur pahat dan waktu pemesinan. Data-data tersebut kemudian disubtitusikan kedalam persamaan biaya permesinan perkomponen. Lima variasi sudut potong mata pahat (rake angle) digunakan untuk menganalisa pengaruhnya terhadap proses permesinan. Pada proses permesinan logam menggunakan variasi rake angle memberi pengaruh terhadap panjang permesinan yang terjadi, dimana rake angle positif menghasilkan batas nilai keausan mata pahat (VB) yang ditetapkan lebih lama dibandingkan dengan rake angle lainnya. Waktu permesinan dan panjang pemotongan memberi pengaruh yang berarti terhadap perhitungan biaya permesinan perkomponen. Pada rake angle +3o dan + 6o, nilai keausan mata pahat dicapai pada waktu 26 menit, panjang pemotongan yang dihasilkan adalah sebesar 2600 mm dan biaya pemesinan sebesar Rp 21534/komponen.

Kata kunci : Alloy steel, biaya pemesinan, mesin bubut cnc, mata pahat keramik, mata pahat karbida


Selasa, 20 Agustus 2013

Penyambungan Logam Dengan Menggunakan Metode Pengelasan Gesek (friction welding)


                                                                Sobron Yamin Lubis
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, 
Universitas Tarumanagara - Jakarta 
HP:08153016010

Abstrak
Pengelasan merupakan suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan, Bila dua permukaan yang rata dan bersih ditekan, beberapa krital akan tertekan dan bersinggung. Bila tekanan diperbesar, daerah singgung ini bertambah luas. Lapisan oksida yang rapuh,  logam mengalami deformasi plastis.Hingga dewasa ini berbagai proses pengelasan telah dikembangkan yakni seperti patri, tempa, gas, induksi, busur listrik, laser dan gesekan.Dalam makalah ini disampaikan tentang proses pengelasan gesekan, sambungan jenis ini dapat menyambung antara dua logam yang sejenis maupun tidak sejenis.Pada pegelasan  gesekan, penyambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh gesekan akibat perputaran logam satu terhadap lainnya dibawah pengaruh tekanan aksial. Kedua permukaan yang bersinggungan menjadi panas mendekati titik cair dan bahan yang berdekatan dengan permukaan menjadi plastis.
 
Kata kunci : pengelasan gesek, logam ,  pengelasan logam

CNN International

Pengikut